Aku selalu belajar dari apa yang aku lihat, dengar dan rasakan. Hari ini jalan yang sering aku lalui namun belum terlalu hafal. Aku berhenti disebuah tempat untuk menunggu sahabat dan sudah kuanggap seperti keluarga sendiri. walaupun berlainan Negara, namun sebuah ukhuwah islamiyah mempertemukan kami dalam persahabatan yang indah. Darinya aku banyak belajar bahwa kita harus menolong siapapun orang yang memerlukan pertolongan, baik itu kita kenal maupu tidak kita kenal dengan ihlas. Karena, suatau saat kita juga akan meminta tolong kepada orang lain yang mungkin tidak kita kenal. Seorang anak desa yang kuliah di fakultas kedokteran dan ilmu keshehatan, beliau senantiasa ikhlas membantu dan memberikan pertolongan sekiranya aku datang ke kotanya dimana dia belajar. Di sebuah kesempatan akupun pernah diajaknya berkeliling di kotanya, mengunjungi orangtuanya dan mengikuti kegiatan-kegiatan dakwahnya sehingga aku semakin banyak mendapat teman di sana. Untuk kesekian kalinya kami berjanji bertemu di sebuah tempat, kebetulan beliau sedang pelatihan di rumah sakit, kami berencana akan menuju sebuah kampus Unimas tempat dimana sahabatku ini belajar. Dengan sebuah sepeda motor dia menjemputku.Assalamualikum akhi
Walikum salam,
jom kita ke unimas, ana juga mau ke tenu dengan mun’aim, antum masih ingat
inysa allah ingat, ana ada sms beliau juga. Beliau menawarkan ana untuk tinggal di unimas.
Orite. (Alright)..
Dari pukul 3 kami bertolak dari Kuching menuju kota samarahan kira2 sekitar 20 menit. Kami pun memasuki gerbang kampus unimas dan tampak gedung2nya yang besar dan kokok membutaku kagum dan berharap kapan di negeriku bisa memiliki kampus semegah ini. Urusan pada hari itu selesai dengan kami bertemu dengan Dr fariastuti yang memberikan arahan mengenai project research nya dan bertemu mun’ain yang memberikan guide untuk proses pendaftaran. Alhamdulillah, pukul 5 kami keluar dari gerbang unimas kembali kerumah sahabtku di Kuching. Surat tawaran masuk di unimas kubuka sekali lagi diatas sepeda motornya, angin yang kencang hampir saja menerbangkan surat tersebut. Namun kugenggam dengan erat surat tersebut seakan tak ingin kulepas. Menjadi master student adalah impianku, Alhamdulillah selangkah lg impian itu tercapai, tinggal mendaftar saja dan melengkapi segala persyaratannya. Tanpa kusangka air mataku menetes, impian-impian yang kutuliskan dahulu satu persatu Allah wujudkan dengan sangat indah. Kini aku harus kembali ke Kuching untuk medical chekup dan persiapan berkas2 administrasi lainnya. Diatas motor tersebut akupun belajar dan ingin menulis sesuatu tentang sahabatku.
Pertemuan pertamaku terjadi di mushola LCCT Kuala lumpur. Kami sama sedang menunggu penerbangkan pulang ke Kuching. Aku baru saja mengikuti program pendidikan dari patria education ke tiga Negara yakni Malaysia, Singapura dan Thailand bersama peserta lainnya. Saat selesai sholat, akupun berkenalan denagn sahabtku dan roslani ikhwan dari Kelantan. Mereka berdua adalah pelajar di unumas fakulstas kedokteran. Kami saling bertukan informasi, berbagi email dan bercerita tentang kegiatan dakwah dinegara masingh2. Alhamdulillah pertemuan tersebut memberi kesan dan kami merasa sebagai muslim yang bersaudara yang diajarkan Rasulullah. Kamipun berjanji untuk saling kunjung mengunjungi and often keep contact.
pertemuan yang singkat dan tanpa direkayasa tersebut sudah diatur oleh yang maha kuasa Allah. Kamipun semakin dekat n saling sms, fb, berbisnis dan saling memberi hadiah. Setiap kali kesempatan ke kotanya aku selalu dijemput dan diajak berkeliling kota. Darinya aku banyak belajar, mengenai keihlasannya, ketulusaanya, bahwa nanti aku juga harus menolong dengan ikhlas dan tulus untuk saudara-saudaraku sesama muslim. Ya Allah, berikan hamba kesempatan untuk membalas kebaikan saudara hamba dengan cara Mu.
Karena kesibukannya di rumah sakit, aku merasa ragu untuk meminta tolong kepadanya. Sehingga hari itu aku putuskan kan ke samarahan Unimas dengan naik bus. Cek kesehatan baru selesai pukul 1 siang. Aku kembali keterminal bus dan bertanya jurusan menunju ke unimas, ternyata bus pukul 2.45. Kupikir masih ada waktu untuk sholat di masjid terdekat. Seleseai sholat aku mendapat telpon dari sahabatku mengenai keberadaanku.
Antum dimana
Ana di dekat stasiun bus. Mau ke unimas
Tunggu, ana juga mau ke unimas.
Gak usah, antum sibuk, biar ana sendiri aja.
ana juga ada urusan diunimas *
Akupun dijemput dengan menggunak mobil bersama temannya. Ternyata sahabatku menumpang mobil teman kuliahnya yang tinngal di samarahan. Motornya ditinggalkan di asrama pelajar kedokteran. Sesampainya di Unimas, kami berdua berjalan kaki menuju fakultas ekonomi, kebeteluan saat itu ada kunjungan mahasiswa fakultas ekonomi Untan ke Unimas. Akupun diundang Dr Tuti untuk ikut acara penyambutan tersebut. Ditemani sahabtku, akupun masuk. Semua mata tertuju kepada kami bedua yang baru masuk, aku yang masih cukup dikenal oleh junior-juniorku dikampus dulu membuat mereka bingung kenapa aku ada di Unimas dan untuk apa??? Sementara sahabatku menggunakan seragam prakter dokter sehingga mebuat peserta yang semuanya anak ekonomi menjadi bingung ada keperluan apa kami.
acara perkenalan dimulai, satu persatu pelajar utusan Untan memperkenalkan diri dan setelah itu pelajar dari Unimas. Setelah sesi perkenalan akan dilanjutkan dengan sesi sharing atau Tanya jawab. Namun sebelum Tanya jawab tiba-tiba Dr Tuti mengangkat tangan dan memperkenalkan aku sebagai mahasiswa baru program master di Unimas. Semua peserta betepuk tangan dan akupun merasa malu pada saat itu.
Sahabtku pun berpamitan pulang ke Kuching, sementara aku tinggal dengan temannya mun;aim.
antum pulan naik apa?
Rencananya mau naik bus, tapi saya call teman dulu. Mungkin ada yang mau ke Kuching.
Subhanallah, kembali hamba berdoa, semoga Allah membalas kebaikan sahabtku. Ternyata urusanya di Unimas adalah memastikan bahwa segala urusanku selesai.
*(dari kata2 ini aku belajar)
Unimas, 14 oktober 2011
alhamdulillah ya akhi.. itulah kemanisan kita berukhuwah atas landasan Allah SWT... semoga ketemu dgn antum juga ya..
ReplyDelete