Saturday, February 19, 2011

Aneh

Ada site engineering yang baru datang dari Lawas (daerah paling ujung Sarawak dekat perbatasan Sabah)
umurnya sekitar 22 tahun
dia sudah punya girl friend yang saat ini juga kerja di Kuching
dia dan girl friend nya lulusan Polytechnic terbesar di Sarawak
namun aneh, hampir setiap malam hingga pukul 12.00 lewat dia masih belum tidur dan duduk diteras depan kamarnya sambil berbicara ditelpon
akupun bertanya dengan teman sekamarku, siapa yang ditelpon? ternyata girl friend nya.

Aneh, dia sering murung dan melamunkan sesuatu. seperti ada suatu beban yang sedang dia pikirkan. dia tidak bersemangat sepeti yang lainya dalam bekerja. apakah dia tidak betah bekerja disini?
hampir setiap malam hingga pukul 12.00 dia selalu menelpon girl friend nya.
namun tiba-tiba aku mendengar kabar dia akan resign
yang aku tahu dia baru saja datang dan masuk kerja sekitar 7 hari
aku yang penasaran waktu itu mulai mengintrogasinya...he :)
kenapa? karena aku juga pernah bekerja di sebuah Bank paling lama hanya 7 hari dan setelah itu resign. apakah dia punya alasan yang sama denganku karena lingkunagan kerja yang tidak friendly atau karena girl friend nya yang seriang dia telpon setiap malam.
aku datang ke kamarnya dan berbicara " aku dengar kamu resign. why? because of your girld friend? aku langsung bertanya to the point.
diapun mulai bercerita "bukan, suasana kerja susah disini, suasananya tidak enak, rekan kerja tidak bersahabat dan saya juga bingung mau kerjakan apa. masak saya berhenti kerja gara gara girl friend. siang ini, aku sudah siapkan surat resign, sebentar lagi ketemu Bos"
aku pikir, mungkin juga. karena seiap orang sibuk dengan pekerjaanya masing-masing sehingga dia belum mendapatkan job description yang jelas. dia datang ke office namun binggung mau ngapain. karena Bos juga lagi pergi keluar kota. dia juga kurang mau berusaha untuk bergaul dengan yang lainnya. bahkan sering ketika kita akan masak untuk makan malam bersama dia justru sibuk dengan HP nya. ketika datang semua makanan telah siap untuk dihidangkan. beberapa temanpun mulai membicarakan sikapnya yang tidak mau membantu walaupun dia adalah karyawan baru. sepeti aku yang baru datang waktu itu, harus pintar dan berusaha untuk membantu sebisa kita, minimal waktu pertama kali datang aku yang membuat sambal belacannya. he...

Bertemu Bos
umumya, lamaran yang ditolak itu biasa
aneh, jika permohonan berhenti kerja yang ditolak
aneh juga, apa special nya karyawan ini sehingga dipertahankan
bahkan sang Bos siap memberikan apa yang karyawan minta asalkan tidak berhenti kerja
"saya beri apa yang kamu mau, asalkan kamu tidak berhenti kerja" kata Bos.
dengan enteng dia menjawab "oke Bos, kalau memang bisa, saya ingin girl friend saya ikut bekerja disini bersama saya"
dengan alasan seperti itu, si Bos tetap menahan sang karyawan untuk tetap bekerja
bahkan si Bos menngijingkan karyawan tersebut untuk membawa girl friend nya.

setelah ketemu bos dia langsung menunju kamarku
"sip, si Bos terkena perangkap"
aku yang bingung terus bertanya" perangkap apa"?
dia melanjutkan " aku tidak jadi berhenti kerja, aku boleh bawa girl friend ku ikut kerja disini".
aku yang masih bingung terus bertanya " alasan kamu berhenti kerja, sebenarnya karena lingkungan kerja atau hanya gara-gara girld friend"?
dia menjelaskan "actually is number one because of my girlf friend. aku tidak bisa jauh dari dia. kami sudah dari sekolah jadian dan sejak universiti tinggal dirumahnya".
aku kembali bingung " kamu sudah menikah". dengan enteng dia menjawab " belum". aku bertanya lagi " terus, nanti your girl friend tinggal dimana?". dengan santainya dia menjawab "Bos kasih saya tinggal berdua". denga ekspresi terkejut " kamu berdua berasama girl friend mu. how could it be"?????

kembali bertanya "apakah kamu sudah mulai bersemangat sekarang"
dia menjwab " ya sangat senang, minimal setiap malam aku lebih semangat".

teringat sebuah cerita dalam film Ketika Cinta Berstasbih ketika Azzam akan diberi hadih ciuman persahabatan oleh Elliana dengan tegas Azzam menolak dan mengatakan itu bukan hadiah tapi azab.

0 komentar:

Post a Comment